Program Studi D-III Fisioterapi
Akademi Fisioterapi St. Lukas Tomohon
Sebagai institusi pendidikan vokasi kesehatan, Akademi Fisioterapi St. Lukas Tomohon menerapkan kurikulum berbasis kompetensi (Competency-Based Curriculum) yang disesuaikan dengan Standar Kompetensi Fisioterapis (SKMFI) dan KKNI level 5.
Mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan teoritis, tetapi juga dilatih untuk menguasi keterampilan klinis, komunikasi, etika profesi, dan sikap kerja profesional.
🧠 1. Kompetensi Kognitif (Pengetahuan)
- Memahami anatomi, fisiologi, dan patologi sistem gerak tubuh manusia
- Mengetahui prinsip dasar fisioterapi, terapi latihan, dan rehabilitasi fungsional
- Mampu mengidentifikasi kondisi pasien melalui penilaian dan pemeriksaan klinis
- Mengetahui prinsip penggunaan modalitas terapi seperti elektroterapi, termoterapi, dan hidroterapi
- Mampu menganalisis hasil pemeriksaan untuk merancang intervensi fisioterapi
✋ 2. Kompetensi Psikomotor (Keterampilan)
- Melakukan pemeriksaan dan penilaian gerak, kekuatan otot, fleksibilitas, dan postur tubuh
- Memberikan terapi latihan sesuai kebutuhan pasien (mobilisasi, penguatan otot, latihan keseimbangan)
- Mengoperasikan alat elektroterapi, TENS, ultrasound, infrared, dan alat modalitas lainnya
- Melakukan terapi manual, stretching, mobilisasi sendi, dan teknik manipulasi dasar
- Menyusun program latihan individual (home program) untuk pasien
🗣️ 3. Kompetensi Afektif (Sikap dan Etika Profesi)
- Menunjukkan empati, komunikasi terapeutik, dan etika pelayanan kesehatan
- Menerapkan prinsip keselamatan dan kenyamanan pasien selama tindakan
- Bekerja sama dalam tim kesehatan secara profesional dan saling menghargai
- Menunjukkan tanggung jawab terhadap tugas dan pengembangan kompetensi diri
- Menjaga kerahasiaan pasien dan menjalankan praktik sesuai kode etik profesi fisioterapi
🏥 4. Kompetensi Khusus Profesi Fisioterapis Madya
- Mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi layanan fisioterapi secara mandiri dalam batas kewenangan D-III
- Beradaptasi dengan sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit, puskesmas, maupun praktik mandiri
- Siap mengikuti uji kompetensi nasional dan memperoleh sertifikat profesi dari lembaga resmi
🔗 Integrasi Kompetensi Melalui Praktik Klinik
Kompetensi-kompetensi ini dikembangkan secara progresif mulai dari semester awal hingga praktik klinik akhir. Mahasiswa akan mengalami pembelajaran di studio keterampilan klinik, simulasi kasus, dan praktik langsung di rumah sakit serta klinik mitra.
Kurikulum kami dirancang agar lulusan memiliki kemampuan yang terukur, terstandar, dan langsung dapat diterapkan di dunia kerja. Hal ini sesuai dengan komitmen kami untuk menghasilkan fisioterapis yang unggul secara akademik, terampil di lapangan, dan berjiwa pelayanan.

Komentar Terbaru